Monday, April 28, 2008

Sorafenib Sebagai Obat Kanker Hati

Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan Amerika Serikat (FDA) akhirnya mengeluarkan izin penggunaan tablet sorafenib sebagai terapi baru bagi pasien kanker hati primer (hepatocellular carcinoma). Obat anti kanker yang diminum (oral) ini merupakan terapi sistemik yang pertama kali disetujui bagi penderita kanker hati dan terbukti meningkatkan daya tahan para penderita penyakit itu secara signifikan.

Menurut Kepala Komite Eksekutif Bayer Health Care Arthur Higgins dalam siaran persnya, Senin (19/11), hal ini menunjukkan sorafenib merupakan terapi sistemik yang terstandar bagi penderita kanker hati dengan pilihan terapi terbatas.

Pada tahun 2005, sorafenib pertama kali jadi terapi bagi penderita kanker ginjal, dan kini telah digunakan di lebih dari 60 negara.

Sejauh ini, kanker hati merupakan salah satu jenis kanker dengan angka kematian yang terus meningkat. Menurut Ketua Onyx Pharmaceuticals Holling C Renton, persetujuan kedua bagi sorafenib ini menunjukkan adanya komitmen dari perusahaannya untuk mengembangkan secara klinis terapi yang inovatif untuk memenuhi kebutuhan para penderita kanker. Riset penting ini akan sulit terealisasi tanpa adanya dukungan dari pasien, keluarga dan para investigator.

Hepatocellular carcinoma (HCC) juga dikenal sebagai bentuk kanker hati primer yang paling banyak dijumpai. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kanker hati menempati urutan kelima tertinggi penyakit kanker yang ada di dunia. Lebih dari 600.000 kasus baru kanker hati didiagnosis secara global setiap tahun (sekitar 19.000 pasien di Amerika Serikat, 54.000 penderita di Eropa, serta 390.000 pasien di China, Korea dan Jepang).

Pada tahun 2002 sekitar 600.000 orang meninggal karena kanker hati, termasuk 13.000 penderita di Amerika Serikat, 57.000 orang di Eropa dan sekitar 360.000 penderita di China, Korea dan Jepang. Kini, hanya 11 persen dari pasien kanker hati di Amerika Serikat yang mampu bertahan hidup hingga lima tahun.

Ketua American Liver Foundation (ALF) James L Boyer menyatakan, pihaknya menyambut gembira adanya terapi baru yang terbukti efektif untuk melawan penyakit hati. Para peneliti di seluruh dunia, termasuk yang didukung oleh ALF, telah selama beberapa dekade ini meneliti kanker hati. Terapi baru ini merupakan pilihan yang memungkinkan bagi pasien kanker hati, ujarnya menegaskan.

No comments: