Monday, April 28, 2008
Sorafenib Sebagai Obat Kanker Hati
Menurut Kepala Komite Eksekutif Bayer Health Care Arthur Higgins dalam siaran persnya, Senin (19/11), hal ini menunjukkan sorafenib merupakan terapi sistemik yang terstandar bagi penderita kanker hati dengan pilihan terapi terbatas.
Pada tahun 2005, sorafenib pertama kali jadi terapi bagi penderita kanker ginjal, dan kini telah digunakan di lebih dari 60 negara.
Sejauh ini, kanker hati merupakan salah satu jenis kanker dengan angka kematian yang terus meningkat. Menurut Ketua Onyx Pharmaceuticals Holling C Renton, persetujuan kedua bagi sorafenib ini menunjukkan adanya komitmen dari perusahaannya untuk mengembangkan secara klinis terapi yang inovatif untuk memenuhi kebutuhan para penderita kanker. Riset penting ini akan sulit terealisasi tanpa adanya dukungan dari pasien, keluarga dan para investigator.
Hepatocellular carcinoma (HCC) juga dikenal sebagai bentuk kanker hati primer yang paling banyak dijumpai. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kanker hati menempati urutan kelima tertinggi penyakit kanker yang ada di dunia. Lebih dari 600.000 kasus baru kanker hati didiagnosis secara global setiap tahun (sekitar 19.000 pasien di Amerika Serikat, 54.000 penderita di Eropa, serta 390.000 pasien di China, Korea dan Jepang).
Pada tahun 2002 sekitar 600.000 orang meninggal karena kanker hati, termasuk 13.000 penderita di Amerika Serikat, 57.000 orang di Eropa dan sekitar 360.000 penderita di China, Korea dan Jepang. Kini, hanya 11 persen dari pasien kanker hati di Amerika Serikat yang mampu bertahan hidup hingga lima tahun.
Ketua American Liver Foundation (ALF) James L Boyer menyatakan, pihaknya menyambut gembira adanya terapi baru yang terbukti efektif untuk melawan penyakit hati. Para peneliti di seluruh dunia, termasuk yang didukung oleh ALF, telah selama beberapa dekade ini meneliti kanker hati. Terapi baru ini merupakan pilihan yang memungkinkan bagi pasien kanker hati, ujarnya menegaskan.
Sunday, April 27, 2008
Anggur Merah Bunuh Sel Kanker
Para peneliti dari Rochester Inggris untuk pertamakalinya membuktikan bahwa sejenis antioksidan alami yang ditemukan dalam kulit buah anggur dan minuman anggur merah dapat membantu menghancurkan sel-sel kanker. Dalam riset yang dipublikasikan jurnal Advances in Experimental Medicine and Biology edisi Maret diungkap bahwa antioksidan ini mampu membunuh sel-sel kanker pankreas dengan cara menembus sumber energi utama sel yang disebut mitokondria dan melemahkan fungsinya
Riset juga mengungkapkan bahwa ketika sel-sel kanker pankreas ini ¨diserang¨ lewat metode pemberian antioksidan, resveratol dan radiasi, kombinasi tersebut menghasilkan sel-sel mati yang disebut apoptosis. Adanya sel-sel kanker mati ini menurut peneliti mengindikasikan tercapainya tujuan terapi kanker.
¨Riset ini berimplikasi banyak terhadap pasien. Tantangannya kini adalah menemukan konsentrasai yang tepat dan bagaimana antioksidan ini bekerja di dalam sel-sel. Kami telah menemukan sebuah bagian penting dari persamaannya ,¨ ungkap Paul Okunieff, M.D., direktur Radiasi Onkologi dari Pusat Kanker James P. Wilmot di Universitas Rochester Medical Center.
Walaupun konsumsi anggur merah selama kemoterapi atau pengobatan radiasi belum diteliti lebih jauh, dua jenis upaya pengobatan ini tidak menimbulkan kontraindikasi. Dengan kata lain, jika seorang pasien telah terlanjur minum anggur merah dalam dosis sedang, kebanyakan dokter tidak akan menyarankan untuk menghentikannya selama pengobatan.
¨Resveratrol tampaknya memiliki manfaat terapeutik dengan membuat sel-sel tumor menjadi lebih sensitif terhadap radiasi dan membuat jaringan yang normal lebih sensitif,¨ tegas Okunieff.
Atas saran dari seorang ilmuwan muda dalam labnya, Okunieff mengawali penelitian dengan menguji resveratrol sebagai perangsag tumor supaya menjadi lebih sensitif. Ia kemudian menemukan kaitannya dengan mitokondria yang secara kontinyu memberikan suplai energi kepada sel-sel. Secara teoritis, dengan menghetikan aliran energi yang mengalir akan menghentikan petumbuhan kanker.
Susu Onta Obat Kanker
Kesehatan - Zat "al-nano" yang berasal dari susu onta dapat dijadikan kapsul untuk dikonsumsi sebagai obat melawan sel-sel kanker dan penyakit jantung.
Menurut Dr. Akram Askar, ahli penyakit dalam di rumah sakit (RS) King Khalid Riyadh, Arab Saudi, seperti dikutip harian Okaz Sabntu (11/8), Al-Nano itu mudah dicerna sehingga tepat untuk menghalangi
perkembangan sel kanker.
"Penemuan Al-Nano sebenarnya pada 1989 setelah dilakukan penelitian medis selama lima tahun oleh Dr. Raymond Hamzer dari Belgia dan telah disiarkan di salah satu jurnal medis terkenal," papar Akram.
Zat yang dikeluarkan dari susu binatang yang dikenal dengan sebutan "safinatus sahra" (kapal padang pasir) itu, juga disebut sebagai penangkal kelebihan zat asam pada perut.
Kelapa kuning yang ajaib melawan kanker
Sudah banyak saudara2 kita yg membuktikan khasiat dari kelapa gading ini.
saudara-saudaraku, jika ada kerabat kita yang menderita karena kanker rahim, bagi lah pengetahuan ini secara gratis pada mereka, semoga mereka dapat sembuh dari sakitnya.
Caranya:
1. Ambil buah kelapa gading (tidak tua) pada sore hari sekitar pukul 5 sore, minimal 2-3 buah semakin banyak semakin bagus.
2. Minumkan pada si penderita (airnya saja) setiap sore, selama seminggu.
setelah seminggu silahkan general cek up ke dokter untuk mengetahui hasilnya
- Buah kelapa harus di petik setiap sore
- Tidak di anjurkan untuk orang yang punya penyakit diabetes (kencing manis).
- Selama pengobatan jangan meminum air kelapa yang bukan di petik langsung dari pohonnya.
- Yakinlah bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya.
Selain untuk obat kanker, kelapa gading juga berkhasiat untuk menyembuhkan alergi kulit dan keracunan makanan.
Kedelai Sebagai Obat Kanker
Studi terbaru menunjukkan, wanita yang mengkonsumsi makanan dari kedelai memiliki peluang yang jauh lebih kecil terkena kanker payudara. Namun, para ilmuwan merasa kesulitan bagaimana cara memanfaatkan secara optimal bagian terpenting kedelai yaitu isoflavone.
"Hanya sedikit obat yang memiliki kandungan dasar isoflavone tersedia untuk pemakaian secara klinis dan ini merupakan alasan yang bagus untuk meneliti," kata Dr. Karen James dari University of Portsmouth di Inggris. "Isoflavone tidak terlalu poten dan sangat cepat dimetabolime tubuh. Jika jumlah yang sedikit itu saja bermanfaat seumur hidup, maka membuatnya dalam bentuk obat merupakan suatu pendekatan baru," tambahnya. Penelitian James saat ini lebih memfokuskan agar isoflavone ini bisa lebih lama bertahan dalam tubuh.
Mereka sudah melakukan ujicoba efek komposisi kedelai ini pada pertumbuhan sel-sel kanker payudara dan menemukan bahwa zat ini terbukti bisa mengurangi pertumbuhan sel kanker bila diberikan dengan dosis tinggi.
Beberapa penelitian pendukung di negara berbeda juga menguatkan pentingnya kedelai. Seperti yang dikemukanan peneliti dari Irlandia dan Amerika Serikat. Bahkan penelitian di negeri Paman Sam meyakini kedelai bisa mencegah kanker prostat.
| Bawang Putih Pelawan Kanker | | | |
Dalam masyarakat modern bawang putih (Allium sativum) dipercaya dapat mencegah serangan jantung, penggumpalan darah, menurunkan kadar kolesterol, tekanan darah, kadar gula darah, mengurangi tukak lambung, penawar racun, pembunuh bakteri/jamur/parasit, pengikat radikal bebas, dan banyak lagi yang lain. Benarkah bumbu masakan sehari-hari ini dapat menyembuhkan kanker juga?
Berbagai studi memang menunjukkan kemampuan bawang putih dalam mencegah dan mengobati kanker, terutama yang disebabkan oleh bahan-bahan kimia berbahaya, seperti kanker prostat, perut, kolorektal (usus dan dubur), payudara, liver, kulit, dan paru-paru.
Zat-zat aktif dalam bawang putih antara lain vitamin A, B, C, kalsium, potasium, besi, karoten, dan selenium. Yang paling dominan dalam memerangi kanker adalah komponen allyl sulfur seperti diallyl sulfide, diallyl disulfide, diallyl trisulfide, S-allyl cysteine, S-allylmercaptocysteine, allicin, dan ajoene. Zat-zat tersebut mencegah pembentukan dan pengaktifan nitrosamin di dalam tubuh, juga memblokir aflatoxin, azoxymethane, benzo(a)pyrene, dan lain-lain, yang kesemuanya merupakan zat karsinogen (pemicu kanker).
Pada tahap berikutnya komponen-komponen tersebut dapat mencegah mutasi gen, menghambat proliferasi (pertumbuhan/pembelahan) sel-sel kanker, memperbaiki struktur DNA yang rusak, bahkan merangsang sel kanker untuk bunuh diri (apoptosis).
Di sisi lain bawang putih juga berperan sebagai antioksidan, mengeluarkan racun dari dalam tubuh, dan membunuh kuman Helicobacter pylori yang dapat memicu berbagai macam kanker perut.
Cara Mengkonsumsi
Sudah tentu kerja zat-zat aktif bawang putih itu tergantung pada banyak hal, misalnya tanah di mana bawang putih itu tumbuh (berpengaruh pada kadar zat-zat aktif bawang putih), komposisi zat makanan lain yang dikonsumsi bersamaan dengannya, juga cara mempersiapkan dan mengkonsumsi bawang putih itu sendiri. Kombinasi dengan selenium, asam lemak tertentu (misal asam linoleat), dan vitamin A, dapat meningkatkan kemampuan bawang putih untuk menghambat proliferasi dan meningkatkan apoptosis.
Tetapi perlu disadari bahwa proses pengolahan bawang putih dapat mematikan daya kerja zat-zat antikanker itu. Satu menit saja diproses dalam microwave, hilanglah khasiat bawang putih sebagai antikanker. Begitu juga kalau dipanaskan dalam proses pemasakan lain. Jadi bagaimana? Haruskah bawang putih itu ditelan mentah-mentah?
Ternyata sederhana saja. Hancurkan bawang putih (digeprak, diiris tipis, atau diuleg) kemudian biarkan selama 15 menit sebelum dimasak (digunakan sebagai bumbu masak). Dalam waktu 15 menit itu terjadi reaksi kimia yang mengaktifkan zat-zat antikanker golongan allyl sulfur di atas, yang tidak rusak walau dimasak. Tetapi kalau setelah dihancurkan langsung dimasak, reaksi kimia itu tidak terjadi, otomatis khasiat antikankernya hilang.
Kalau mau, bawang putih juga boleh dikonsumsi mentah. Tapi tetap saja harus dihancurkan dulu dan dibiarkan selama 15 menit. Lalu bagaimana kalau bawang akan disajikan utuh, misalnya dalam acar? Cukup kupas kemudian potong sedikit ujung-ujungnya. Lumayan, masih memiliki khasiat antikanker walau tidak sebagus kalau dihancurkan.
Potensi Bahaya
Mudah sekali bukan, menggunakan bawang putih untuk pencegahan dan pengobatan kanker? Harganya murah dan mudah didapat pula. Tetapi waspadalah, bukan berarti bawang putih boleh dikonsumsi sembarangan. Jangan mengira bahwa semakin banyak mengkonsumsi bawang putih semakin baik hasilnya.
Dosis yang disarankan untuk konsumsi bawang putih adalah 4-5 gram bawang putih segar/hari (kira-kira 1-2 siung). Kalau terlalu banyak, selain menimbulkan bau tidak sedap pada nafas dan kulit, kadang menimbulkan alergi, gangguan pencernaan (muntah, diare, iritasi, produksi gas berlebihan), asma bronkial, dermatitis, mengurangi kadar protein dan kalsium dalam darah, juga mengurangi produksi sperma.
Terlalu banyak bawang putih meningkatkan resiko perdarahan karena kemampuannya dalam mencegah pembekuan darah. Karena itu pada penderita yang hendak atau baru saja menjalani pembedahan, konsumsi bawang putih sebaiknya dibatasi.
Bawang putih juga meningkatkan kerja enzim-enzim dalam hati untuk membuang racun dari dalam tubuh. Pada orang sehat kemampuan ini sangat bermanfaat, tetapi hati-hatilah, dia juga bisa membuang obat-obat yang Anda telan dan obat-obat kemoterapi . Pengobatan Anda menjadi sia-sia, bukan? Karena itu, kalau Anda ingin menambah konsumsi bawang putih atau menggunakan produk suplemennya, konsultasilah dulu dengan dokter.
Catatan:
Bawang merah dan bawang bombay juga memiliki manfaat antikanker, jadi perlakukanlah sama dengan bawang putih dalam proses memasaknya.
| Jamur Lingzhi | | | |
Di antara berbagai makanan dan suplemen yang dipercaya dapat membantu menyembuhkan kanker, jamur merupakan salah satu favorit. Lingzhi (Ganoderma lucidum) salah satunya. Menurut buku Pengobatan Herbal Tiongkok yang ditulis tahun 56 SM, jamur kayu ini tercantum sebagai bahan obat nomor satu dari 365 bahan obat lainnya –termasuk ginseng. Lingzhi masuk dalam kategori “superior” karena dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, mampu menjaga dan mengembalikan keseimbangan tubuh, dan aman dikonsumsi dalam jangka panjang tanpa efek samping.
Ada banyak jenis jamur kayu. Sebagian di antaranya nikmat kita santap di meja makan, seperti jamur kuping, jamur tiram, jamur gigit, dan shiitake. Tetapi sebagian lainnya tidak, seperti lingzhi dan kawan-kawannya dari genus Ganoderma.
Lingzhi dapat tumbuh di berbagai belahan dunia ini –termasuk Indonesia. Tempat tumbuhnya adalah pohon-pohon yang tua dan lapuk, atau pohon yang telah mati. Berbentuk seperti payung tidak sempurna, bertangkai relatif pendek dibandingkan dengan tubuh buah (payung)-nya yang berdiameter hingga 30 cm. Bentuk payungnya setengah lingkaran mirip ginjal, dengan ketebalan bervariasi antara 2-5 cm.
Kandungan utama lingzhi adalah protein, polisakarida (ganodelan A, ganodelan B, dan beberapa jenis glukans), triterpenoid (asam ganodermik, ganodermadiol, dan 110 macam lainnya) yang strukturnya mirip hormon steroid, juga germanium, ergosterol, coumarin, mannitol, alkaloid, asam lemak tak jenuh, adenosin, dan berbagai vitamin (B, C, D) serta mineral (natrium, kalsium, seng, besi, fosfor).
WARNA-WARNI
Secara garis besar terdapat enam jenis lingzhi yang dibedakan berdasar warnanya, yaitu lingzhi merah (berkhasiat terutama untuk gangguan kesehatan yang berkaitan dengan organ jantung dan pembuluh darah), ungu (untuk gangguan yang berkaitan dengan persendian), hijau (untuk liver), putih (untuk paru-paru dan kulit), kuning (untuk limpa), hitam (untuk ginjal dan otak).
Lingzhi memiliki aroma yang khas (langu --Jw), sisi atas payung berwarna merah mengkilat, semakin ke tepi warnanya semakin muda. Tepinya berwarna putih, begitu juga sisi bawahnya. Pada awalnya jamur lingzhi yang juga dikenal dengan nama reishi ini empuk dan kenyal, tapi semakin tua semakin keras.
Walaupun masing-masing jenis memiliki khasiat utama pada organ yang berbeda-beda, secara umum semua jenis lingzhi berfungsi sebagai adaptogen yang menormalkan berbagai gangguan fungsi tubuh. Kandungan polisakarida, germanium, triterpenoid padha reishi bekerja melawan kanker dengan membersihkan racun, mengembalikan sel-sel tidak normal menjadi sel normal, serta berfungsi sebagai imunomodulator (pembangkit kekebalan tubuh) dan imunoterapi. Juga dapat mencegah angiogenesis (pembentukan pembuluh darah baru pada sel-sel kanker) sehingga sel kanker tidak bisa menyebar.
Kemampuannya memperbaiki sirkulasi darah ikut meningkatkan kandungan oksigen dalam sel. Kadar oksigen tinggi dalam sel membuat sel-sel kanker mati. Demikian juga kemampuannya membersihkan racun, membuat sel kanker kehilangan sarana utama untuk hidup dan berkembang.
Selain kemampuan antikanker , lingzhi sangat dikenal untuk menormalkan tekanan darah –tinggi maupun rendah–, mencegah stroke, antioksidan, antinyeri, antiradang, antivirus, antijamur, antialergi, menurunkan kadar lemak, kolesterol, gula darah, menyembuhkan bronkhitis, hepatitis, menekan efek samping kemoterapi/radiasi, dan masih banyak lagi. Kemampuannya menyembuhkan berbagai penyakit dan gangguan kesehatan, tak lain disebabkan daya adaptogennya, yaitu dengan menormalkan semua fungsi tubuh yang terganggu.
Dalam sejarah panjangnya sebagai herba pengobatan yang diandalkan, tidak pernah dilaporkan adanya efek samping yang serius, kecuali efek samping ringan setelah pemakaian jangka panjang --misalnya enam bulan-- berupa rasa agak kering pada rongga mulut dan rongga hidung. Efek samping ini segera hilang setelah pemakaian dihentikan sementara, untuk kemudian diteruskan lagi.
CANTIK TAPI PAHIT
Tak heran kalau buku pengobatan Tiongkok kuna menjuluki jamur ini sebagai “jamur dewa” dan menempatkannya pada peringkat pertama di antara seluruh bahan obat yang dikenal saat itu (baik dari golongan hewan, tumbuh-tumbuhan, maupun bahan lainnya). Selain itu, lingzhi aman dikonsumsi oleh semua orang, dewasa maupun anak-anak, bahkan wanita hamil, baik dalam kondisi sehat maupun sakit.
Untuk mendapatkan manfaat optimal dari khasiat lingzhi, paling bagus dengan cara direbus. Lingzhi kering dalam bentuk irisan tipis atau serbuk sebanyak 5-10 gram dimasukkan ke dalam 3 gelas air mendidih. Kemudian panci perebus ditutup, api dikecilkan sehingga airnya tidak mendidih lagi (tapi masih cukup panas) dan dibiarkan selama dua jam. Barulah didinginkan dan diminum pada saat perut kosong, bersamaan dengan vitamin C. Rasanya agak pahit. Untuk mengurangi rasa pahitnya, gunakan madu atau jus buah, jangan gula pasir.
Cara lain yang lebih praktis adalah membuatnya menjadi serbuk kemudian memasukkannya ke dalam kapsul. Tapi perlu diingat, lingzhi tumbuh di alam bebas selama berbulan-bulan. Walaupun secara farmakologis kualitasnya lebih bagus daripada lingzhi hasil budidaya, sangat riskan untuk mengkonsumsinya secara langsung tanpa diolah dulu, karena pasti ada kotoran, kuman, atau bakteri yang menempel.
Sekarang jamur lingzhi merah banyak dijual bebas dalam bentuk ekstrak, serbuk, teh, kopi, atau sirup siap minum. Dalam bentuk ekstrak, dosis yang dianjurkan adalah 1-1,5 gram/hari.
Pepaya
Buah pepaya selama ini hanya dikenal sebagai buah pencuci mulut. Namun kini, hasil penelitian membuktikan lain. Dari akar hingga daun pepaya memberikan manfaat yang sangat besar bagi manusia. Tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan, tapi juga sebagai bahan dasar kosmetik, dan mampu melawan kanker.
Sebenarnya, pepaya bukan tanaman asli Indonesia. Pepaya merupakan tanaman dari famili caricaceae yang berasal dari Amerika Tengah. Tanaman ini banyak tumbuh di Meksiko dan Costa Rica. Tanaman tersebut bisa tumbuh subur di daerah tropis maupun sub tropis. Baahkan, tanaman buah ini bisa tumbuh dan berkembang di daerah-daerah basah dan kering, dataran rendah maupun dataran tinggi, seeperti daerah pegunungan dengan ketinggian lebih dari 1000 meter dari permukaan laut.
Tinggi tanaman ini bisa mencapai 8-10 meter, tergantung dari besar kecilnya kadar air dan unsur hara dalam tanah. Di Indonesia, sentra pengembangan pepaya terdapat di hampir seluruh Pulau Jawa, Sumatra Selatan, Bali dan Nusa Tenggara Barat.
1. Kandungan Pepaya
Buah pepaya mengandung berbagai nutrisi yang berguna bagi tubuh. Seperti aneka vitamin, betakaroten, protein, lemak dan berbagai enzim dan senyawa yang sangat berguna bagi tubuh manusia. “Tetapi menurut saya, yang paling banyak terdapat dalam pepaya adalah vitamin A dan betakaroten. Fungsi betakaroten adalah sebagai antioksidan,” jelas Bambang S. Djokolelono, seorang herbalis dan holistic instruktur yang memiliki sebuah klinik pengobatan di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur.
Senyawa paling terkenal yang terkandung dalam pepaya adalah papain. Senyawa ini terkenal karena fungsinya sebagai proteolitik atau enzim pemecah protein. Papain sekarang sudah banyak dipergunakan dalam industri, sebagai bahan obat-obatan, kosmetik dan tekstil. Buah pepaya merupakan penghasil papain terbanyak, yakni sekitar 400 milk clotting units (MCU) gram. Beda dengan bagian batang dan daun pepaya yang hanya menghasilkan 200 MCU/gram.
Ada tiga macam papain yang diproduksi pepaya. Papain kasar (crude papain), papain bersih (refined papain) dan papain murni (pure papain). Untuk mendapatkan papain terbaik, pihak Botanical Derivatives Catalogue Amerika Serikat telah menetapkan standar mutu papain. Jika papain yang dihasilkan sebuah perusahaan atau negara tidak memenuhi standar yang ditntukan, dianggap tidak layak untuk memasuki pasaran Amerika dan Eropa. Hanya saja, tidak ada kejelasan bagaimana caranya menentukan standar mutu papain yang ingin dicapai.
2. Manfaat Pepaya
Sebagai seseorang yang telah menggeluti dunia herbal sejak tahun 2002, Bambang mengakui, di balik rasa enaknya, pepaya mempunyai berbagai manfaat. “Para ibu rumah tangga mungkin sudah tahu salah stu manfaat getah buah pepaya. Ternyata, getah yang berasal dri buah pepaya bisa digunakan untuk mempercepat proses pelunakan daging. Sementara buah pepaya matang, sangat berguna untuk memperlancar proses pencernaan,” jelasnya.
Menurut Bambang, masalah pecernaan sangat penting. Kalau hal ini tidak segera diatasi, maka akan menjalar ke bagian tubuh yang lain. Itu sebabnya, di China dikembangkan pola pengobatan tradisional yang menggunakan pepaya sebagai bahan dasar obat-obatan. Terutama untuk mengatasi gangguan pencernaan, herbalis ini menganjurkan untuk meminum ramuan yang terbuat dari pepaya.
Caranya, ambil buah pepaya dengan ukuran tertentu. Gunakan buah pepaya yang masih memiliki kulit dan biji lantas diblender hingga diperoleh cairan halus. Kemudian saring airnya dan minum sebanyak 200 cc setiap tiga hari. Bagi yang mengalami kesulitan pencernaan, ramuan ini diyakini mampu memperlancar proses pencernaan hanya dalam beberapa hari.
Ternyata, buah pepaya tidak hanya digunakan untuk mmemperlancar proses pencernaan. Pada tahun 1997, Yayasan Kanker International mengumumkan bahwa kandungan Vitamin C dan karoten dalam buah pepaya, mampu mencegah kanker. Selain itu, buah pepaya juga dapat dimanfaatkan melawan kanker kolon, kanker pankreas, kanker kantung kemih dan kanker payudara, selain mampu mengurangi radikal bebas yang menjadi biang kanker.
Pepaya tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan. Saat ini kandungan papain dalam pepaya sudah dikembangkan untuk bahan kecantikan. Papain menjadi bahan dasar pembuatan krim dan pembersih muka. Karena papain dipercaya mampu melarutkan sel-sel mati yang melekat pad kulit terlepas. Seperti noda dan flek pada kulit. Papain juga digunakan sebagai bahan pembuat pasta gigi, karena fungsinya yang dapat membersihkan sisa-sisa makanan yang melekat di gigi
Pepaya juga dapat digunakan sebagai bahan dasar obat jerawat. Caranya, ambil daun pepaya yang sudah tua kemudian dijemur hingga kering lalu ditumbuk sampai halus. Setelah itu ditambahkan satu setengah sendok air sebelum dioleskan pada bagian wajah yang ditumbuhi jerawat.
Kalau daun pepaya mampu mengatasi jerawat, getah pepaya sangat mujarab untuk mengobati telapak kaki yang pecah. Caranya, sering-seringlah mengoleskan getah pepaya pada telapak kaki yang pecah sampai sembuh.
Kunyit Putih Sampai Benalu
Tumbuh-tumbuhan di Indonesia terbukti mampu mencegah maupun mengobati kanker. Meski perlu penelitian dan pengembangan lebih lanjut, sejumlah tanaman seperti kunyit putih, tapak dara, daun dewa hingga benalu telah digunakan penderita kanker sebagai ikhtiar mengobati penyakitnya. Banyak yang berhasil sembuh sehingga pengobatan tradisional pun menjadi tumpuan harapan baru bagi para penderita kanker.
Kunyit putih diyakini memiliki khasiat anti kanker. Meski demikian cuma kunyit putih jenis mangga (Curcuma mangga) yang tumbuh terbatas di tempat yang bersuhu dingin di Indonesia, yang dapat mencegah atau mengobati kanker. Kunyit Putih ini mempunyai ciri tertentu, antara lain bintik umbinya seperti umbi jahe dan berwarna kuning muda (krem). Dalam keadaan segar baunya seperti buah mangga kweni dan bila telah diekstrak atau dijadikan bubuk, warnanya tetap kuning muda (krem).
Vinkristin digunakan sebagai bahan pengobatan kanker bronkial, tumor ganas pada ginjal, kanker payudara, dan berbagai jenis tumor ganas yang awalnya menyerang urat saraf maupun otot. Tanaman yang di Sumatera disebut rumput jalang itu juga mengandung alkaloid cabtharanthin yang diperkirakan dapat mendesak dan melarutkan inti sel kanker.
Sebagai obat kanker payudara, rebus 22 lembar daun tapak dara dan buah adas (Foeniculum vulgare) serta kulit kayu pulasari (Alyxia reinwardti) dengan tiga gelas air. Bubuhi gula merah secukupnya. Setelah mendidih sampai tinggal setengahnya, saring. Ramuan diminum tiga kali sehari masing-masing setengah gelas. Pengobatan dilakukan paling tidak selama sebulan.
Keladi tikus (Typhonium Flagelliforme/Rodent Tuber) juga telah diteliti sebagai tanaman obat yang dapat menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker. Untuk menghambat pertumbuhan sel kanker, tiga batang keladi tikus lengkap dengan daunnya (kurang lebih 50 gram) direndam selama 30 menit, tumbuk halus dan peras. Air perasan ini disaring lalu diminum. Di Malaysia, sudah ada uji ilmiah khasiat keladi tikus. Bahkan ekstrak keladi tikus dalam bentuk pil dan teh bubuk yang dikombinasikan dengan tanaman lainnya dalam dosis tertentu, sudah dipasarkan di negeri jiran tersebut.
Air perasan temu lawak (Curcuma Zedoaria) juga mujarab sebagai obat kanker. Menurut Andrew Chevallier Mnimh, herbalis asal London, dalam temulawak terkandung curcumol dan curdione yang berkhasiat antikanker dan antitumor. Di Cina, temulawak telah lama digunakan sebagai obat kanker leher rahim. Tanaman ini bisa meningkatkan efek mematikan sel kanker ketika dilakukan radioterapi dan kemoterapi.
Mengkudu juga tengah populer sebagai tanaman obat-obatan yang manjur. Daging buah mengkudu atau pace (Morinda citrifolia L.) mengandung dammacanthel, zat antikanker yang mampu melawan pertumbuhan sel abnormal pada stadium pra kanker dan dapat mencegah perkembangan sel kanker. Sari dari perasan dua atau tiga buah mengkudu dapat dibubuhi madu agar rasanya lebih nikmat. Sebaiknya pilihlah mengkudu yang tidak terlalu masak karena alkohol yang terbentuk akibat proses fermentasi pada mengkudu yang terlalu masak merusak zat-zat penting yang terkandung di dalamnya.
Daun dewa (Gynura divaricata) juga merupakan tanaman yang telah dikenal sebagai tanaman anti kanker. Ramuan 30 gram daun dewa segar, 20 gram temu putih, 30 gram jombang yang direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan diminum airnya dapat digunakan dalam pengobatan penyakit kanker. Dapat pula menggunakan bahan lain seperti 30 gram daun dewa segar, 30 gram tapak dara segar, 30 gram rumput mutiara, 30 gram rumput lidah ular direbus dengan 1.000 cc air hingga tersisa 500 cc. Airnya disaring lalu tambahkan madu secukupnya, aduk kemudian diminum selagi hangat.
Daun ceremai (Phyllanthus acidus) juga dapat dapat digunakan sebagai obat anti kanker. Segenggam daun ceremai muda, sejumput daun belimbing, bidara upas sejari, gadung cina sejari dan gula aren direbus dengan tiga gelas air hingga tinggal segelas. Ramuan ini diminum tiga kali sehari masing-masing satu gelas.
Sementara senyawa dalam benalu telah lama diperkirakan bekerja sebagai penghambat keganasan kanker. Benalu yang direbus menjadi teh terbukti dapat dipakai sebagai obat penunjang selama menjalani kemoterapi (terapi dengan mengonsumsi obat anti kanker).
Bagi Anda yang belum terkena kanker, tumisan brokoli, sawi, kembang kol, wortel, tomat dan daging ikan dengan bumbu sedikit garam dan bawang putih, mampu menjadi masakan yang kaya akan zat anti kanker. Penelitian Universitas Harvard terhadap 48.000 orang pada tahun 1995 menunjukkan risiko terkena kanker prostat bagi mereka yang memakan 10 kali hidangan yang mengandung tomat per minggu turun sampai hampir separuhnya.
Tapak Dara
Tumbuhan semak menahun ini bisa tumbuh mulai dari dataran rendah hingga ketinggian 1800 m di atas permukaan laut. Tapak dara bisa tumbuh di berbagai iklim, baik di tempat terbuka maupun tertutup. Tumbuhan ini bisa diperbanyak dengan biji, stek batang, atau akar.
Menurut Prof Hembing dalam bukunya 'Ensiklopedi Milenium: Tumbuhan Berkhasiat Obat Indonesia', tapak dara memiliki berbagai khasiat obat. Di antaranya, sebagai anti kanker (antineoplastik), menurunkan tekanan darah (hipotensif), penenang (sedatif), menyejukkan darah, menghentikan pendarahan (hemostatik), menetralkan panas dan racun, serta peluruh kencing (diuretik).
Pada akar, batang, daun, dan biji bunga tapak darah ditemukan lebih dari 70 macam alkaloid. Komponen anti kanker yang dikandungnya yaitu alkaloid seperti vinblastine (VLB), vincristine (VCR), leurosine (LR), vincadioline, leurodisine, dan catharanthine. Alkaloid yang berefek menurunkan kadar gula, antara lain leurosine, catharanthine, lochnerine, tetrahydroalstonine, vindoline, dan vindolinine.
Tapak dara bisa dimanfaatkan untuk obat kencing manis (diabetes mellitus), buang air kecil sakit dan sedikit, batu ginjal, pendarahan akibat penurunan trombosit, hipertensi, kanker payudara, radang hati, bronkhitis, asma, batuk, gondongan, demam, malaria, kurang darah, bisul, luka bakar, bengkak, disentri, sariawan, sembelit, haid tidak teratur, dan lain-lain.
Untuk mengatasi kanker, 15 gram tapak dara segar, 30 sampai 60 gram daun pepaya segar, 30 gram daun bayam merah, 30 gram rumput mutiara, direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 300 cc. Lalu disaring dan ditambahkan madu, diminum tiga kali sehari sebanyak 100 cc (tetap konsultasi ke dokter). Mengatasi kanker payudara, 6 sampai 15 gram tapak dara kering direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum airnya. Mengatasi kanker rahim, 15 gram bunga tapak dara, 30 gram rumput lidah ular, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc dan diminum airnya.
Mengatasi hipertensi, 15 gram daun atau bunga tapak dara direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum airnya menjelang tidur. Obat diabetes, enam lembar daun tapak dara, 15 kuntum bunga tapak dara, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc. Kemudian, disaring dan diminum airnya dua kali sehari, pagi dan sore. Mengatasi batu ginjal, 30 gram daun tapak dara, 30 gram daun keji beling, 15 gram daun tempuyung, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Kemudian, disaring dan diminum dua kali sehari.
Kanker Paru
Terapi kanker paru terlebih dahulu harus
mempertimbangkan tipe patologik anatomiknya: jenis sel
kecil (SCLC) atau bukan sel kecil (NSCLC). Kanker paru
jenis sel kecil sering kali bermetastasis sejak awal,
tapi peka terhadap kemoterapi, maka umumnya dianjurkan
untuk kemoterapi lebih dahulu, setelah metastasis
sistemik terkendali, barulah dilakukan radioterapi
atau operasi terhadap lesi yang masih ada. Dalam pada
itu fungsi imunitas pasien harus dijaga selama proses
tersebut. Efektivitas jangka pendek kemoterapi dan
radioterapi terhadap SCLC adalah sekitar 80%, 20-80%
pasien mengalami remisi total pasca terapi, tapi
efektivitas jangka panjang relatif buruk. Terhadap
kanker paru jenis bukan sel kecil (NSCLC), sedapat
mungkin dioperasi sejak awal, setelah itu barulah
diradioterapi dan kemoterapi untuk mengendalikan
metastasis dan lesi yang tertinggal. Pasien stadium
dini tanpa metastasis kelenjar limfe, survival 5 tahun
pasca operasi radikal dapat mencapai 65-83%, tapi
kanker stadium lanjut sulit dioperasi tuntas, angka
kekambuhan pasca operasi sangat tinggi.
Kanker paru yang tidak dapat dioperasi adalah: yang
sudah menyebar setempat, terdapat metastasis ke
mediastinum sesisi dan/atau ke kelenjar limfe
subkarina; dengan metastasis di luar paru; kekambuhan
pasca operasi. Terhadap kasus demikian umumnya
dilakukan tindakan berikut ini:
1. Radioterapi: dosisnya 40-55Gy, diberikan dalam
20-30 kali, pada 35-50% kasus tumor dapat mengecil.
2. Kemoterapi: dapat dipilih dari beberapa obat
kemoterapi baru, terutama obat yang belum pernah
digunakan pasien. Terhadap kanker paru sel kecil dapat
dipilih taksol, taksoter, topotekan, gemsitabin,
novelbin, CPT-11, efektivitas obat-obatan ini terhadap
kasus baru berkisar 27-52%, terhadap kasus yang pernah
mendapat kemoterapi sebelumnya adalah 10-41%. Terhadap
kanker paru bukan sel kecil, terutama menggunakan
golongan platinum dan obat baru seperti gemsitabin,
taksol, dll. dengan efektivitas 1 tahun 20-41%.
3. Krioablasi argon-helium: sejak Maret 2001 hingga
Agustus 2004 di RS kami terdapat 380 kasus kanker paru
bukan sel kecil menerima terapi krioablasi perkutan.
Di antaranya yang sudah ditelusuri lebih dari 4 tahun
terdapat 80 kasus. Cara terapi ini adalah dengan
peralatan krioablasi argon-helium, di bawah panduan
CT-scan, probe ditusukkan hingga ke pusat tumor lalu
dilakukan krioablasi. Perbaikan gejala pasca tindakan:
nyeri dada 79,5%, batuk darah 76,2%, batuk 73,1%,
sesak napas 75%. Pada 29,1% pasien kankernya lenyap,
44,1% kankernya mengecil lebih dari separuhnya.
Survival: 1 tahun 65%, 2 tahun 56%, 3 tahun 48%, 4
tahun 38%. Komplikasi yang timbul yaitu pneumotoraks
pada 3 kasus, hemotoraks pada 6 kasus, infeksi paru
pada 7 kasus, dapat disembuhkan dengan terapi yang
sesuai.
4. Terapi fotodinamik: terhadap kanker trakeobronkial
stadium dini, terapi fotodinamik dapat membawa
kesembuhan; terhadap kanker paru stadium lanjut,
khususnya yang tidak dapat dioperasi, metode ini dapat
memperbaiki keluhan, menghilangkan atelektasis.
5. Terapi kombinasi fotodinamik dan krioablasi
argon-helium: penggunaan gabungan terapi fotodinamik
dan krioablasi perkutan dapat membersihkan lesi di
dalam dan di luar bronkus, keduanya saling melengkapi.
Di RS kami sejak Juni 2002 hingga April 2004 terdapat
41 kasus kanker paru obstruktif jenis bukan sel kecil,
pertama-tama diberikan terapi fotodinamik, lalu
krioablasi perkutan, hasilnya 90,2% pasien mengalami
perbaikan subjektif yang bervariasi, perbaikan sesak
napas paling menonjol; pemeriksaan ulang bronkoskopi
menemukan tumor endobronkial pada semua pasien
mengalami pengecilan bervariasi, bahkan 41,5% lenyap
total; pemeriksaan ulang CT menemukan kanker di dalam
paru-paru lenyap total pada 34,1% pasien, mengecil
lebih dari separuh pada 41,4%; pada pasien dengan
hasil ronsen toraks sebelumnya dengan kolaps,29,6%
kolaps lenyap, 70,4% kolaps berkurang; survival
setengah dan satu tahun masing-masing mencapai 94% dan
71%.
6. Imunoterapi: dapat digunakan interleukin-2, sel
pembunuh diinduksi sitokin (CIK), vaksen tumor sel
dendritik, dll. Kami pernah menterapi 31 kasus kanker
paru dipersulit efusi pleural maligna, setiap minggu
disuntikkan intrapleural satu kali dengan vaksen kuman
khusus S311, dilakukan 5-8 kali berturut-turut, angka
lenyapnya hidrotoraks 91%.
7. Terapi herba China: dengan formula bersifat
&yiqiyangyin* (memupuk energi memelihara organ),
membersihkan panas menawarkan racun, pada eksperimen
pada mencit terbukti berefek menghambat secara nyata
kanker paru dan sarkoma, menghambat sintesis DNA sel
kanker, membuat sel kanker terhenti pada fase sintesis
(S), menghambat sel kanker memasuki fase G1. pemakaian
klinis menunjukkan formula tersebut dapat memperbaiki
gejala, memperpanjang survival pasien.Kanker Esofagus
China dan kawasan tertentu di Asia Tenggara termasuk kawasan berinsiden tinggi kanker esofagus. Operasi merupakan metode utama terapi tuntas kanker esofagus stadium dini, angka kesembuhan sekitar 80%. Namun pasien kanker esofagus berikut ini sering kali tidak dapat atau sulit dioperasi: (1) kanker di segmen atas esofagus; (2) tumornya terlalu besar, lebih dari 7 cm; (3) kanker mengenai organ di luar esofagus atau sudah terdapat metastasis jauh; (4) usia pasien terlalu lanjut; (5) pasien dengan penyakit serius pada jantung, hati, ginjal, paru, dll. Terhadap kanker esofagus yang tidak dapat dioperasi, terapi berikut dapat dilakukan: 1. Terapi fotodinamik: ke dalam pembuluh darah disuntikkan sejenis zat fotosensitif khusus. Obat itu dapat secara selektif berkumpul di dalam jaringan kanker. Setelah 48 jam, melalui endoskopi dengan laser 630 nm tumor itu disinari, hingga timbul molekul oksigen tunggal yang toksik di dalam tumor, akibatnya tumor akan dirusak. Selain itu pembuluh darah yang memberi makan jaringan tumor tersumbat hingga tumor nekrosis. Sedangkan jaringan sehat tidak terpengaruh. Metode terapi ini jelas efektif untuk kanker esofagus stadium dini, angka keberhasilannya 90%; pada kanker esofagus stadium lanjut, metode ini merupakan terapi paliatif yang efektif, terutama sesuai bagi pasien yang tidak dapat dioperasi. Biasanya dalam 48-72 jam keluhan sulit menelan pasien membaik, yang semula tak dapat makan menjadi dapat menelan makanan. 2. Terapi radiasi: radioterapi paliatif dapat membuat 60-85% pasien yang tidak dapat menelan membaik, tapi lebih dari separuhnya dapat kambuh, maka tidak dianjurkan sebagai terapi tunggal. 3. Kemoterapi dan infus local kemoterapi: obat yang paling efektif untuk kanker esofagus termasuk DDP, 5FU, bleomisin, gemsitabin, MMC, dll. Biasanya digunakan kemoterapi kombinasi dengan obat utama DDP, efektivitas mencapai sekitar 60%. Kemoterapi infus selektif arteri esofageal, yaitu melalui kateter disuntikkan obat kemoterapi ke dalam arteri pemasok kanker, dapat meningkatkan konsentrasi obat di dalam jaringan kanker, hasilnya lebih baik dari kemoterapi sistemik, efek sampingnya ringan. 4. Pemasangan sten dalam esofagus: ini merupakan terapi paliatif dengan endoskopi yang paling sering digunakan. Di bawah pantauan sinar-X atau melalui endoskop dipasang sten dari karet atau aloi di daerah penyempitan esofagus, ini dapat meredakan gejala obstruksi dalam jangka waktu cukup lama, terutama sesuai untuk kasus dengan fistel esofago-trakea, tapi tidak sesuai untuk kanker segmen atas esofagus dan di perbatasan esofagus dan lambung. Sten radioaktif adalah sten yang dinding luarnya terdapat biji radioaktif (misalnya I-125), bila dipasang ke daerah kanker esofagus dapat meregangkan esofagus sekaligus meradiasi kanker, sama seperti radiasi internal. 5. Terapi ablasi atau injeksi melalui endoskopi: dengan laser, gelombang mikro, elektrokoagulasi bipolar dll. menyebabkan jaringan kanker koagulasi panas dan nekrosis; atau ke dalam jaringan kanker disuntikkan zat sklerotik seperti etanol absolut atau obat antikanker agar kanker nekrosis. Secara klinis berbagai metode di atas sering dikombinasikan, dengan prinsip sebagai berikut: (1) jika penyempitan esofagus menonjol, dapat lebih dulu dipasang sten, agar pasien dapat segera makan, memperbaiki status gizinya, setelah 1 minggu, dilakukan terapi fotodinamik atau radiasi; (2) untuk pasien lanjut usia atau dengan penyakit serius jantung, hati, ginjal, paru dll. dapat hanya dipasang sten ditambah terapi fotodinamik; (3) kemoterapi sistemik memiliki efek samping besar, maka dapat lebih dulu dilakukan kemoterapi infus lokal; (4) untuk kasus dengan fistel esofagus, umumnya dapat dipasang sten berselaput, dan diusahakan terapi fotodinamik; (5) bila tidak tersedia terapi fotodinamik, dapat dilakukan terapi ablasi atau injeksi lokal dengan endoskopi, tapi ini tidak sesuai bagi pasien yang sudah dipasang sten. |
![Validate my Atom 1.0 feed [Valid Atom 1.0]](valid-atom.png)


